Wisatadanau maninjau Danau Maninjau merupakan sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat Indonesia. Dengan begitu wajib sekali masyarakat menjaganya. Lokasi Danau Maninjau terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok. Angka yang sangat fantastis InilahDanau Maninjau, sebuah danau vulkanik yang konon kabarnya tercipta dari letusan sebuah gunung purba. Letusan maha dahsyat yang terjadi ribuan tahun silam itu menghasilkan sebuah cekungan besar kaldera yang kemudian digenangi oleh jutaan kubik air. Sebuah kisah penciptaan yang terdengar tak jauh berbeda dengan asal mulanya Danau Toba. Lokasiwisata danau Maninjau: Agam: Pertanyaan TTS Terkait. lokasi daerah lokasi gedung dpr dana alokasi umum. TTSpedia merupakan situs terlengkap dan terbaik untuk memecahkan teka teki silang. Kenapa? TTSpedia memuat lebih dari 61.688 data pertanyaan dan jawaban TTS. Proses pencarian yang sangat cepat. PesonaDesa Wisata Danau Kaninjau merupakan lokasi pedesaan yang sangat indah di saksikanDesa yang terletak di tepian danau Maninjau ini juga bisa kita saks. Peserta akan di jemput oleh perwakilan kami di hotel Selanjutnya menuju Maninjau untuk mengunjungi Desa Lawang yang terkenal dengan penghasil Gula Merah Melihat proses pembuatan Gula Merah. Akses& Lokasi Danau Maninjau. Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Posisinya berada 140 km sebelah utara Ibu Kota Sumatera Barat. Danau ini berada di ketinggian 461,5 mdpl dengan luas danau mencapai 99,5 km 2. Jika ingin berwisata ke sini, disarankan menggunakan transportasi pribadi. cerita rencana masa depan setelah lulus sma. Danau Maninjau Harga Tiket Masuk Gratis. Jam Buka 24 Jam. Nomor Telepon -. Alamat / Lokasi -, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Indonesia, -. Siapa yang tidak tahu Danau Maninjau di Sumatera Barat? Salah satu latar lokasi yang diceritakan dalam trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Danau ini digambarkan memiliki suasana alam yang tenang dan kerap kali menjadi sumber inspirasi. Suasananya yang teduh memberikan kenyamanan bagi siapapun yang mengunjunginya. Terdapat banyak cara untuk menikmati danau ini. Di perjalanan, para pengunjung sudah dapat menikmati keindahan danau di kelok 44. Di bagian timur terdapat wisata paralayang di kawasan Lawang Park untuk menikmati keindahan danau dari atas. Nah, di bagian bawah para pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan ekosistem danau. Harga Tiket Wisata Danau Maninjau Untuk memasuki area wisata bisa menggunakan beberapa pintu. Hingga saat ini, tidak ada tiket masuk yang ditetapkan. Objek wisata ini cocok bagi para pelancong yang mencari hiburan dengan biaya minimalis. Pengunjung yang datang hanya perlu menyiapkan retribusi untuk parkir kendaraan. Baca Tempat-tempat wisata menarik di Agam Sumbar Waktu Operasional Kawasan wisata danau ini terbuka untuk umum. Belum adanya badan pengelolaan wisata secara utuh, berpengaruh juga terhadap jam kunjungan wisata. Saat ini, pengunjung dapat bebas berwisata di sini sepanjang waktu. Waktu-waktu terbaik untuk menikmati maninjau adalah saat pagi hari dan saat matahari terbenam. Pantulan cahaya matahari pada permukaan danau memberikan kesan harmonisasi alam. Lain cerita ketika pengunjung ingin memancing, waktu terbaik adalah ketika malam hari. Waktu Operasional Senin – Minggu 24 Jam Ragam Aktivitas & Keindahan Danau Maninjau Bentang alam danau maninjau dikelilingi perbukitan hijau. Foto Google Maps/ aquirina putri Danau ini memang sudah terkenal dari dulu keindahannya. Areanya yang sejuk dikelilingi perbukitan menambah keelokan panorama. Selain area danau, wisatawan juga bisa melakukan berbagai aktivitas wisata. Mulai dari memancing hingga wisata kuliner. Berikut beberapa diantaranya. Baca NGARAI SIANOK Bukittinggi Tiket & Ragam Aktivitas Memancing Danau Maninjau terkenal sebagai tempat budidaya ikan dengan Keramba Jaring Apung KJA. Di sini sangat cocok untuk menjadi spot memancing. Tangkapan ikan yang meruah disertai ukuran ikan yang relatif lebih besar. Dominasi ikan yang didapat oleh para pemancing adalah ikan Nila dan ikan Mas. Namun sejak pandemi COVID-19 menerpa, pemerintah sementara waktu melarang wisata memancing di danau yang indah ini. Menikmati Tapian Panyinggahan Maninjau Objek wisata Tapian Panyinggahan Maninjau terletak di tepi danau, Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya. Tepian ini cocok untuk menikmati pemandangan danau dari bawah. Terdapat gazebo untuk menikmati suasana di pagi dan sore hari. Riak air danau juga memberikan ketenangan bagi pengunjung yang membutuhkan inspirasi. Mengunjungi Museum Buya Hamka Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka menghadap Danau Maninjau – Foto Google Maps/Syah Ejaz Di Danau Maninjau terdapat Museum Kelahiran Buya Hamka. Ia adalah seorang filsuf, ulama, dan sastrawan. Museum ini selesai direplikasi pada tahun 2001 mengikuti wujud asli dari bangunan asalnya. Baca Wisata FORT DE KOCK Tiket & Ragam Aktivitas Banyak peninggalan dan dokumentasi sepanjang hidup Buya Hamka. Dari sekian banyak foto, terdapat satu foto yang paling menarik hati. Foto lautan manusia yang menghantarkan Buya Hamka ke peristirahatan terakhir. Bermain di Linggai Park Landmark Linggai Park yang merupakan objek wisata keluarga – Foto Google Maps/ Haryo Budi G Salah satu spot favorit para pengunjung Danau Maninjau adalah Linggai Park. Linggai park menawarkan konsep wisata keluarga. Area ini sudah terdapat fasilitas tempat parkir, toilet, dan area main anak. Selain landmark besar bertuliskan Linggai, terdapat banyak taman bunga yang dapat menjadi latar swafoto. Wisata Kuliner Ikan Rinuak kuliner khas Danau Maninjau – Foto Google Maps/ Fauzan Helmy Saat ini, pemda sedang berusaha mengoptimalkan potensi wisata yang dapat dikembangkan di sekitar danau. Banyak penduduk lokal yang menawarkan kuliner khas Danau Maninjau. Menu yang ditawarkan berasal dari ikan-ikan yang berada di danau. Salah satu yang terkenal adalah ikan Rinuak. Kudapan lezat disajikan dengan bumbu rempah khas masyarakat minang. Fasilitas yang Tersedia Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Fasilitas umum seperti musala, toilet, area parkir, dan taman bermain banyak tersedia. Warung-warung makan yang dijajakan warga lokal juga siap mengisi perut para pengunjung. Di sekitar danau juga terdapat banyak penginapan. Mulai dari yang kelas ekonomis sampai penginapa mewah dan sangat nyaman. Harga yang ditawarkan juga beragam tergantung masing-masing fasilitas yang disediakan. Akses & Lokasi Danau Maninjau Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Posisinya berada 140 km sebelah utara Ibu Kota Sumatera Barat. Danau ini berada di ketinggian 461,5 mdpl dengan luas danau mencapai 99,5 km2. Jika ingin berwisata ke sini, disarankan menggunakan transportasi pribadi. Hal tersebut mengingat belum tersedianya transportasi umum yang memadai. Pengunjung yang berasal dari Bukittinggi dapat melintasi jalur Kelok 44. Durasi waktu perjalanan Bukittinggi ke Danau Maninjau kurang lebih dua jam. Pengunjung yang berasal dari arah Kota Padang dapat menempuh jalur pesisir Pariaman. Lama waktu tempuhnya kurang lebih 3,5 jam. Jakarta - Danau Maninjau yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Sumatera Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Menyajikan keindahan pemandangan alam membuat destinasi ini memanjakan mata dari Antara, luas danau ini mencapai 99,5 kilometer persegi. Danau ini tercatat danau terluas kedua di Sumatera Barat, setelah Danau Singkarak yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah datar dan Kabupaten Solok memiliki luas 129,69 kilometer persegi. Di Indonesia, danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas. Kawasan di sekitar Danau Maninjau memang dijaga keasriannya oleh masyarakat setempat. Pemandangan Bukit Barisan, Gunung Singgalang dan Gunung Marapi mengitari kawasan Maninjau, menjadikan keindahan alamnya sangat terjaga dengan baik. Ditambah hamparan persawahan menambah keasrian daerah Destinasi Wisata Sekitar Danau ManinjauKeindahan alam disekitar danau dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat serta para turis. Berikut beberapa tempat destinasi wisata di Maninjau yang dapat dikunjungi seperti dilansir dari berbagai sumber1. Taman LinggaiSesuai namanya, taman ini terletak di Linggai, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yang dibangun sejak tahun 2008 dan rampung pada 2020. Taman ini menyajikan pemandangan indah Danau Maninjau serta bukit barisan. Fasilitas yang ada dilengkapi dengan gazebo serta banyak spot foto sehingga pengunjung dapat menikmati indahnya alam sembari mengandaikan momen dengan latar yang indah. Tanpa dipungut biaya, pengunjung dapat datang menikmati pemandangan bersama keluarga maupun orang tersayang secara gratis. 2. Taman Muko-mukoIklan Sejak puluhan tahun lalu, taman ini telah ada dan menjadi kawasan dengan jumlah pengunjung yang cukup banyak. Letaknya berada di ujung Danau Maninjau. Taman ini juga menyediakan berbagai fasilitas seperti kapal-kapal, boat dan lainnya. Di jembatan penghubung di dua sisi danau juga banyak wisatawan dan masyarakat yang Puncak LawangPuncak Lawang merupakan puncak tertinggi di sekitar Danau Maninjau. Untuk dapat mencapainya jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44. Panjang jalan ini kurang lebih 10 kilometer mulai dari Ambun Pagi sampai ke FIRDAUSI Baca Menikmati Panorama Danau Maninjau 360 Derajat dari KetinggianSelalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari di kanal Telegram “ Update”. Klik untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu. ForzaPadang, Indonesia44 kontribusiAgt 2019Danau maninjau yang terletak di Kabupaten Agam, byk spot foto yang terdapat di daerah ini. di tepi danau maninjau ini terdapat kampung buya Hamka seorang pemuka agama islam yang sangat banyak lagi pahlawan nasional indonesia yang berasal dari sekitar danau Maninjau disamping alam yang indah dan nilai sejarah yg tak bisa dilupakan, juga terdapat Kelol 44 untuk jalan menuju danau ini bila anda datang dari ke Agam, Pesona Agam yang beragam.....Ditulis pada 10 Desember 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2019 • TemanManinjau salah satu danau besar di Sumatra Barat. Dekat kelok 44 yg terjal. Alamnya menarik. Indah mempesona. Banyak lokasi ngopi dengan View indah menawan. Cocok untuk santai dengan teman2 .Menghilangkan penat perjalanan jauh dari Pasaman Barat ke Padang. MANINJAU danau yang indah di Sumatra pada 5 November 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2019 • PasanganDanau Maninjau adalah danau alami yang lumayan menarik untuk di jadikan tujuan wisata dengan keelokan dan keindahan alam nyaDitulis pada 28 Agustus 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap AJakarta, Indonesia106 kontribusiMar 2019 • Pasanganmelihat keindahan danau maninjau dari atas merupakan moment yang sangat memanjakan mata. nuansanya yang teduh nikmat banget dipakai duduk-duduk sambil ngeteh dan makan kueDitulis pada 17 Juni 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2019 • KeluargaDanau yg indah jika dinikmati dari kelok 44, rute yg sangat indah namun sedikit berbahaya bagi pengendara awam, dari atas pemandangannya luar biasa, salah satu icom pada 15 Juni 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2018 • KeluargaManinjau memang salah satu tempat yang harus di kunjungi kalau ke sumbar. Perjalanan menuju maninjau yang melewati kelok 44 menawarkan pemandangan alam yang sangat indahDitulis pada 10 Mei 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2019 • Keluargapemandangan yang sangat indah jika dilihat dari kelok 44..ada spot bermain bersama keluarga..banyak akomodasi yg tersedia..pokoknya rugi ga mampir ke danau maninjauDitulis pada 7 Mei 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap Indonesia30 kontribusiApr 2019 • KeluargaSaya mampir di danau maninjau ketika perjalanan dari Lubuk Basung ke Bukit tinggi melewati kelok 44...overall suasananya sangat sejuk, pemandangan bagus tapi sayangnya banyaknya keramba di danau yg membuat kurang elok dipandang walau memang sangat berguna untuk perekonomian warga sekitar...untuk yg belum tahu, di danau maninjau pun punya ikan khas seperti di danau singkarak yg punya ikan bilih, di danau maninjau punya ikan badar hitam ini hanya dari pendengaran jadi klo ada salah ejaan mohon dibetulkan... rasanya mirip2 tapi lebih sedikit ada rasa pahit tapi sangat gurih dah kriuk... hehehehe...setelah saya melanjutkan perjalanan ternyata danau maninjau terlihat dari kelok 44 dan pemandangannya jauh lebih cakep 1000X.. hehehehe...Ditulis pada 28 April 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2018 • TemanDanau ini sangat luas. jika beruntung, kita bisa melakukan beberapa aktivitas di pinggiran danau maninjau ini, atau bahkan di danau nya.. di sepanjang jalan, banyak orang menjual pensi - sejenis kerang danau yang kecil dan enak untuk dimakan..Ditulis pada 14 April 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ariPekanbaru, Indonesia41 kontribusiFeb 2019 • KeluargaDanau bagus, disuguhkan dengan alam serta berbukitan sekelilingnya, menjadikan danau ini tampak elok dan indah, tidak jauh dari puncak Lawang Ditulis pada 11 April 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 1-10 dari 221 hasil Mengunjungi Sumatra memang menyenangkan. Disana terdapat berbagai objek wisata yang tidak kalah megahnya dengan yang ada di Jawa dan juga Bali. Memiliki pesona pantai dan pulau nan elegan. Cocok untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga atau yang sedang membutuhkan ketenangan. Kawasan ini juga punya objek wisata legendaris. Namanya sudah terkenal di seluruh pelosok Nusantara. Danau tersebut adalah Danau Maninjau yang esoktis dan menarik untuk disimak serta dijadikan sebagai kawasan wisata. Penasaran dengan kawasan ini? Mari kita jelajahi setiap sudut yang ada di Danau Maninjau. Image via Tentang Danau Maninjau Kawasan Danau Maninjau memang terkenal dengan tempat penghasil ikannya. Pernah suatu hari kawasan ini mengalami cuaca buruk, sehingga banyak para nelayan yang merugi. Total kerugiannya mencapai 50 ton atau kurang lebih 1,5 milyar. Angka yang sangat fantastis bukan untuk sebuah penghasil ikan. Danau yang menawarkan keindahannya ini mempunyai panjang kurang lebih 16 km dan lebar 7 km. Danau ini dinobatkan sebagai danau terluas nomor sebelas di Indonesia. Tempat ini berada di ketinggian 465 mdpl dan memiliki kedalaman kurang lebih 165 meter. Cukup dalam bukan? Image via Simak juga review Green House Lezatta Asal-Usul Danau Maninjau Dari manakah Danau Maninjau berasal? Nah, asal-usul tempat ini berasal dari letusan Gunung Sitinjau yang pernah terjadi sekitar 52 ribu tahun yang lalu. Letusan gunung ini menghadirkan kaldera baru yaitu Danau Maninjau. Letusan itu menghasilkan sebanyak 250 piroklastik yang berhamburan kesana-kemari. Danau ini menjadi sumber air dari sebuah sungai besar. Nama sungai ini adalah Batang Sri Antokan yang bagian hulu dari kawasan ini dimanfaatkan untuk PLTA Maninjau. Nah, versi lain dari objek wisata ini berasal dari sebuah legenda yang diceritakan oleh beberapa masyarakat. Dimana dahulu ada kisah bujang 9. Terdiri dari 10 bersaudara yang terdiri dari 9 laki-laki dan 1 perempuan. Suatu hari seorang perempuan ini mecintai seorang pria, hanya saja saudara-saudaranya tidak menyetujui hubungan tersebut. Tetapi si perempuan tetap melanjutkan kisah cinta asmara yang sudah mendarah daging itu. Nah, kesembilan saudara lelakinya tidak tinggal diam. Mereka pun memfitnah hubungan mereka. Para warga pun akhirnya tersulut emosi dan kemakan omongan kesembilan saudara tersebut. Warga ini akhirnya, menyeret mereka berdua dan menceburkannya ke danau maninjau. Sebelum jatuh, perempuan ini berteriak. Jika, mereka bersalah, maka tidak akan terjadi apa-apa. Sebaliknya jika tidak bersalah maka Gunung Sitinjau akan meletus. Tak lama kemudian gunung ini pun meletus dengan dahsyat. Kesembilan saudara yang mempunyai hati yang jahat ini pun berubah menjadi ikan dan menghuni kawasan Danau Maninjau. Itulah dia asal-usul yang berasal dari cerita turun-temurun warga sekitar. Image via Simak juga pesona Danau Linow di Tomohon Keindahan Danau Maninjau Tempat ini memang memiliki pemandangan alam yang sempurna. Apalagi ada pegunungan dan perbukitan yang mengelilinya. Menjadikan objek wisata ini mempunyai daya magis yang luar biasa. Siapa pun yang datang ke tempat ini bisa dibikin tidak bisa move on. Untuk pulang rasanya sangat berat dan terlebih enggan. Bahkan, Presiden Soekarno pernah membuat pantun yang mengartikan bahwa mengunjungi tempat ini adalah kewajiban. Belum ke tanah Minang bila tidak mengunjungi Danau Maninjau. Begitulah, salah satu petikan pantunnya. Hamparan air yang sangat jernih berwarna biru menjadi sajian yang tidak bisa dihindarkan. Kondisi airnya sangat tenang dan membuat hati terasa nyaman. Semua beban pikiran seakan menghilang. Benar-benar tempat yang paling cocok untuk menikmati kesendirian dan membutuhkan inspirasi yang lebih. Pepohonan hijau berderet dan berjajar kesan-kemari. Nuansanya seperti berada dalam sebuah lukisan dan gambar anak Tk. Dimana selalu ada danau, gunung, pohon, dan juga burung-burung yang membawa melodi-melodi indah. Sepertinya ada iman yang tergoyahkan bila melihat air ini terus menerus. Sehingga sobat native ingin langsung membuka baju dan menceburkan diri ke dalam danau. Rasakan kesegaran airnya, apalagi saat terik matahari sedang menyengat. Sungguh surga dunia yang tidak bisa terbantahkan. Sebagai tempat penghasil ikan, sepertinya sobat native harus memancing ikan di kawasan ini, karena ada banyak sekali ikan-ikan imut nan menggemaskan berkeliaran di dalamnya. Jadi, sayang untuk dilewatkan. Image via Taman Muko-Muko Inilah dia fasilitas baru yang sengaja dibangun di dekat PLTA. Kawasan yang mempunyai spot cantik ini selalu dijadikan kawasan wajib bagi sobat native yang datang di tempat ini. ada pula arena bermain untuk anak-anak yang pastinya akan membuat mereka betah berlama-lama di kawasan ini. Image via Museum Buya Hamka Jangan lupa pula mengunjungi Museum Buya Hamka. Tepatnya berada di tepi danau maninjau, museum ini merupakan hasil renovasi dari rumah Buya Hamka sendiri. Selain itu, di tempat ini pula sobat native akan melihat koleksi-koleksi nan elegan dari tokoh bangsa Buya Hamka. Image via Simak juga review wisata Danau Batur di Bali Desa Wisata Kota Malintang Inilah dia kawasan terakhir yang wajib dikunjungi bila berada di tempat ini. Berada di kaki Bukit Barisan. Keistimewaan daerah ini adalah penghasil durian yang sangat nikmat. Nikmati pula tradisi balanggae, dimana tradisi ini bertujuan untuk memghindari pencurian durian. Jadi, warga yang tidak memiliki pohon durian hanya boleh mengambilnya pada pukul 4 pagi – 6 pagi. Menarik sekali bukan? Alamat Dan Rute Lokasi Alamat lokasi Danau Maninjau berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Dari Kota Bukit Tinggi Sobat Native memerlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Nah, cara untuk mancapai Bukit Tinggi harus masuk ke wilayah Padang terlebih dahulu, kemudian naik bus menuju ke Bukit Tinggi dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Setelah sampai di Bukit Tinggi, sobat native bisa menggunakan alternatif naik bus menuju ke Danau Maninjau atau menyewa kendaraan pribadi. Nah, yang unik di sini adalah sobat native akan melewati sebuah kelokan yang diberi nama kelok 44. Kelokan ini berjumlah 44 buah bila dihitung. Kelokan ini cukup ternama di Sumatera seperti halnya kelokan 9. Dengan pemandangan yang spektakuler. Sobat native akan dibuat terpukau dan enggan untuk berkedip. Menikmati kelok 44 paling tepat adalah sore atau pagi hari. Sinar matahari akan menyinari tempat ini dengan sangat baik. Dari kelokan ke 1 sobat native sudah akan dipandu dengan papan petunjuk menuju ke Puncak Lawang Danau Maninjau. Jadi, tetap waspada agar tidak salah berbelok. Image via Harga Tiket Masuk Untuk harga tiket kawasan ini cukup murah hanya dengan 3 ribu rupiah saja. wisatawan bisa menikmati kawasan ini dengan segala keindahannya. Bagi yang membawa kendaraan, akan dikenakan tarif parkir sebesar 10 ribu rupiah untuk mobil dan 5 ribu rupiah untuk motor. Harga yang sangat murah untuk suasana dan pemandangan berkelas. Video Danau Maninjau Terlepas dari mitos dan asal-usul yang terjadi di kawasan ini. Danau Maninjau memang menghadirkan pesona yang tidak ada duanya. Keindahan, keteduhan dan ketenangan seakan menjadi satu, menghadirkan pesona yang tidak bisa terbantahkan. Ingin mengunjungi kawasan ini? Jangan lupa ajak keluaarga, teman, dan sahabat. – Saat berlibur ke Sumatera Barat Sumbar, maka ada satu lokasi destinasi wisata terfavorit yang direkomendasikan. Jangan pernah untuk Sobat lewatkan, yaitu Danau Maninjau. Danau ini menawarkan berjuta pesona keindahan alam yang sungguh memikat hati. Dijamin bikin membuat mata terbelalak, terpana, terpukau. Selain itu, Danau Maninjau terluas ke-11 di Indonesia juga danau kedua terbesar di wilayah Minangkabau dan berlokasi di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar. Tercatat, berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut, diperkirakan luasan danau km dengan lebar 7 km dan kedalaman danau plus minus 165 meter. Dari titik Kota Padang menuju objek wisata nan elok rupa ini menempuh jarak 140 kilometer. Fasilitas penunjang sekitar danau sudah lengkap! Berdiri hotel berbintang seperti Maninjau Indah Hotel dan Hotel Pasir Panjang Permai. Terdapat juga deretan hotel melati tawarkan penginapan tak merogoh kocek banyak. Untuk restoran? Tenang, Sob! Baca juga Danau Maninjau Ingin Direvitalisasi, Wagub Sumbar Ungkap Butuh Dana Rp237 M Yuk dipilih, dipilih… Tinggal sesuka hati menjatuhkan pilihan lokasi makan, tersebar sepanjang Danau Maninjau dan tak perlu khawatir. Danau Maninjau tidak kalah dengan Bali, daya magisnya sungguh luar biasa berhasil dongkrak popularitas pariwisata di Indonesia, hal itu terbukti melalui event balap sepeda internasional Tour de Singkarak. Ajang berbentuk Sport Tourism, memadukan olahraga sekaligus bertujuan mempromosikan pariwisata suatu daerah, kombinasi tersebut mampu membentuk citra positif Rumah Gadang dan semakin menarik minat turis asing berlibur ke Indonesia. Terkuaknya Danau Maninjau membuka mata dunia dan dijamin bikin gagal move on. Untuk kembali pulang, maka seluruh jiwa dan raga terasa berat. Mereka yang pernah ke Danau Maninjau, rindunya pun setengah mati untuk bisa kembali dan terus datang lagi berlibur. Menolak lupa! Dengan mengajak ke masa lampau mengutip pantun dari Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dan Ulama Besar bernama Buya Hamka. “Jika adik memakan pinang, Makanlah dengan sirih hijau. Jika Adik datang ke Minang, Jangan lupa singgah ke Maninjau.” Bung Karno. “Kota Melaka tinggallah sayang, Beta nak balik ke Pulau Perca. Walau terpisah engkau sekarang, Lambat laun kembali pula. Walau luas watan terbentang, Danau Maninjau terkenang jua.” Buya Hamka. Baik pantun yang datang dari Bung Karno maupun Buya Hamka makna filosofisnya adalah mengunjungi Danau Maninjau sebuah kewajiban, belum sempurna ke Sumatera Barat bila tidak mengunjungi objek wisata ini. Mereka yang memburu suasana liburan mengusung tema ketenangan; ketentraman; dan keteduhan jiwa serta romantisme. Datanglah dengan nikmati kemolekan Danau Maninjau sungguh tidak bisa terbantahkan, tak ada duanya. Memasuki sore hari wisatawan disuguhi oleh pemandangan sunset berlatar gunung. Dijamin malas beranjak, alasannya, momen sebelum berganti malam itu seperti melambai dan menari-nari. Apalagi, pada saat puncak sunset. Klimaks eksotismenya bikin speechless. Keren, nikmati Sob! Begitupun hamparan sawah yang tumbuh subur; suasana perbukitan dan pegunungan; akses jalan menuju objek wisata bikin rindu karena menghadirikan sensasi tersendiri dengan kelok-keloknya, sungguh suasana itu bak surga dunia. Terlebih lagi, ketika kita berada di Puncak Lawang. Sejauh mata memandang disuguhkan peraduan warna air danau bergradasi biru dan hijau sungguh meneduhkan, dan memanjakan mata. Kita dibuatnya terhipnotis! Decak kagum tak berhenti mengagungkan kebesaran ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, betapa besar karunia Tuhan untuk negeri ini, OMG! Tak lengkap rasanya bila tidak mengungkapkan secuil sejarah Danau Maninjau. Menurut Verbeek, 1883 dalam Pribadi, A. dkk., 2007. Dalam buku itu, konon dilukiskan danau ini merupakan kawah gunung berapi, bernama Gunung Tinjau Sitinjau. Letaknya menghimpit antara dua gunung lainnya, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Lalu, puncak Gunung Tinjau tidak meruncing tetapi ditemukan kawah yang maha luas. Singkatnya, tercipta akibat erupsi vulkanik dari Gunung Tinjau sekitar tahun yang lalu. Sementara dalam babad Orang Minang, kawah Gunung Tinjau difitnah dan dendam “Bujang Sembilan” Terjemahan Sembilan kakak kandung laki-laki dari Siti Rasani kepada dua sejoli, Giran dan Siti Rasani. Ceritanya sarat muatan hikmah, keduanya dalam alur legenda menurut cerita berdasarkan kearifan ekologis mereka tidak bersalah. Bujang Sembilan menstigma perbuatan memalukan dan perilaku tercela. Sudah tentu, menimbulkan aib keluarga di masyarakat Minang. Pasangan itu, dilempar ke kawah gunung. Setelahnya, Gunung Tinjau malah berbalik murka. Dalam hikayat lain, kisah kekuatan cinta mereka dituduh melampaui batas norma masyarakat. Merasa tidak berbuat mereka pekik lantang seraya berazam bila terbukti bersalah ketika menceburkan dirinya ke kawah merah, maka Gunung Tinjau tidak meletus. Begitu pun sebaliknya. Akhirnya Gunung Tinjau murka. Terjadi gempa maha dahsyatnya letuskan awan-abu-batuan-pasir yang panas, gas vulkanik meledak mengakibatkan longsor. Meluluhlantakkan segalanya. Lahar panas dari Gunung Tinjau tak mengenal rasa ampun sampai akhirnya kawah itu pun kembali menjadi dingin hingga mentransformasi danau indah dan memukau seperti saat ini. Bahkan limpahan Danau Maninjau menjangkau lembah-lembah, dan turut memberikan kesuburan sawah. Ikan di danau pun semakin berlimpah menjadikan masyarakatnya bergizi. Mari kita bersyukur dengan pesona alam yang begitu cantik ini. Itulah Danau Maninjau! Yuk dirawat dan menjaga Danau Maninjau. Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan anugerah pesona alam luar biasa indah, eksotis dan memesona kepada Bangsa kita, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kalau tidak kita yang melestarikan lalu siapa lagi?

lokasi wisata danau maninjau tts