Tidakhanya mobil pribadi, penumpang bus juga diwajibkan menggunakan seatbelt (sabuk pengaman) selama di perjalanan. (Foto: Istimewa/Ilustrasi) JAKARTA, Para penumpang bus diwajibkan menggunakan seatbelt (sabuk pengaman) selama di perjalanan. Regulasi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 29 Tahun 2015.
Bismillah Ini adalah video perjalanan Mudik kami dari Jakarta menuju Padang tepatnya Kota Solok pada tahun 2021 ini dengan menggunakan mobil Pribadi yaitu S
Hanyasaja, fenomena embun beku dan suhu hingga minus derajat di kawasan dataran tinggi Dieng memang tidak dapat dipastikan. Tetapi dapat dipastikan jamak terjadi pada rentang bulan Mei hingga Agustus. Untuk tahun ini, memang telah terlihat pada akhir bulan Juni 2022 kemarin, saat suhu udara pagi di kawasan Dieng mencapai -1° Celcius.
Diberitakansebelumnya, wilayah sekitar perumahaan rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga Barat, Pancoran, terpantau sepi pada Sabtu (6/8/2022) malam. Sekitar pukul 23.30 WIB
Mobilyang dipakai oleh AHY itulah yang diperbincangkan warganet karena memakai lampu strobo yang seharusnya tidak dipakai pada kendaraan pribadi. Terlihat pada video detik 00:08 perjalanan yang diunggah AHY , mobil yang dipakai AHY berwarna hitam yang di atasnya terpasang strobo berukuran besar.
cerita rencana masa depan setelah lulus sma. - Banyak orang yang memilih mudik pakai mobil pribadi. Alasannya, selain dapat menghemat biaya, memakai jenis transportasi ini juga membuat waktu lebih fleksibel karena dapat diatur sesuai kebutuhan dan perencanaan. Meski demikian, kemudahan dan lancarnya perjalanan tak terlepas dari beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Selain persiapan ongkos perjalanan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila menggunakan moda transportasi tersebut. Berikut di antaranyaPeriksa komponen Mobil memiliki beberapa komponen vital yang perlu diperhatikan apabila ingin melakukan perjalanan jauh. Di antara komponen itu adalah rem, sistem pendingin, AC, ruang bakar, kelistrikan dan kaki-kaki mobil. Periksa satu-persatu untuk memastikan perjalanan lancar tanpa kendala. Bila tak familiar dengan komponen tersebut, coba pelajari dahulu. Pertama rem. Saat melakukan perjalanan jauh, sistem pengereman akan bekerja lebih keras. Karenanya, penting untuk memastikan Rem mobil matik Sistem pengereman terdiri dari berbagai komponen seperti pedal, booster, selang, master, kaliper, minyak, dan cakram. Masing-masing komponen itu butuh perawatan. Residu kampas rem yang sudah bercampur debu dan kotoran biasanya mengurangi performa pengereman mobil. Maka dari itu, wajib untuk rutin dibersihkan. Kemudian, lihat juga keadaan kampas rem. Bila kondisinya sudah tipis, gantilah dengan kampas yang baru. Kedua, sistem pendingin yang berfungsi menstabilkan mesin. Cek semua komponen sistem pendingin, seperti radiator, kipas radiator, tutup radiator, water pump pompa air, thermostat, reservoir tank tabung cadangan air radiator, v-belt tali kipas raditor, dan water jacket pendingin silinder mesin. Pastikan semua komponen itu berfungsi dengan baik atau ganti jika kondisinya sudah tak bagus. Jangan lupa, periksa juga kondisi selang radiator dan selang penghubung menuju reservoir. Bila selang menggelembung atau retak, segera ganti baru untuk menghindari kebocoran di tengah perjalanan. Ketiga, AC. Ingat, demi kenyamanan perjalanan jauh, jangan sampai pendingin mobil tak berfungsi. Salah satu tanda mobil Anda sehat adalah pendinginnya berfungsi dengan bagian vital yang berhubungan dengan AC pada mobil ada pada motor fan-nya. Perawatan rutin dibutuhkan agar AC dapat terus berfungsi dengan baik. Bahkan, moor fan disarankan untuk diganti tiap tiga tahun sekali. Keempat, ruang bakar. Untuk mobil dengan sistem pembakaran injeksi periksa dan bersihkan komponen throttle body, filter bensin dan filter udara. Bila kondisi filter udara kotor, sebaiknya ganti dengan yang baru. Penggantian filter udara membuat laju mobil jadi lebih ringan. Sementara untuk mobil bersistem karburator sebaiknya bongkar karburatornya dan bersihkan semua komponen yang ada di dalamnya. Kemudian, kelistrikan. Periksa ketegangan aki, apakah kondisinya normal. Tegangan aki normal saat mesin mati adalah 12-13 volmeter volt. Terakhir, kaki-kaki mobil. Cek kondisi ban mobil. Apakah masih layak pakai. Cek secara seksama apakah ada keretakan, benjolan, atau hal yang terlihat tak semestinya. Jangan sampai kelancaran perjalanan terganggu karena ban mobil yang kondisinya tak lagi baik. Kuncinya pada perawatan rutin Pada dasarnya, Anda tak perlu cemas apabila rutin merawat atau melakukan service mobil. Sayangnya, banyak orang abai untuk itu sehingga saat ingin mudik perlu pengecekan ekstra. Sudah begitu, biasanya jadi butuh biaya lebih karena harus dirawat secara keseluruhan untuk memastikan perjalanan mudik Ilustrasi mudik dengan MPV Lalu, karena kondisi ini merupakan mudik kali pertama, belum tentu Anda sebagai pemakai mobil sadar akan kebutuhan apa dan hal apa saja yang harus diperhatikan sejak awal. Terlebih bagi mereka yang membeli mobil bekas mendekati musim mudik. Komponen mobil bekas mungkin perlu perhatian khusus lagi. Sebab, kualitas mesinnya bisa saja tak sebagus mobil baru. Cara paling simpel, selain melakukan perawatan menyeluruh adalah memilih bahan bakar yang tepat. Dengan bahan bakar yang tepat, performa mesin kendaraan dapat terjaga. Salah satu bahan bakar yang punya kualifikasi tersebut adalah Shell V Power. Dengan bahan bakar tersebut, mesin dapat lebih bersih karena dipersenjatai dengan teknologi Dynaflex. Teknologi itu dapat memaksimalkan energi bahan bakar sehingga performa mesin kendaraan menjadi lebih baik. Dengan begitu kinerja mesin pun dapat lebih awet. Kondisi ini juga membuat biaya perawatan berkurang sehingga lebih efisien. Kalau perawatan menyeluruh sudah, lalu pemilihan bahan bakar juga tepat, mudik pasti berjalan lancar.
Ke Dieng dari Jakarta memiliki beberapa alternatif transportasi baik transportasi darat ataupun transportasi udara. Yang familiar dan sering di gunakan oleh wisatawan yaitu Jakarta Dieng naik mobil. Jakarta Dieng naik mobil dengan menggunakan kendaraan pripadi menjadi alternatif para pelancong yang ingin menikmati perjalanan wisata dengan menjelajahi berbagai daerah-daerah asyik selama melakukan perjalanan ke arah dieng. Jakarta Dieng naik mobil memang disukai para pelancong yang sedang menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Jakarta Dieng naiki mobil menjadikan Anda akan lebih menikmati perjalanan walaupun memakan waktu yang cukup lama biasanya menjadi pengalaman asyik tersendiri yang mereka harapkan selama menghabiskan waktu liburan ke Dataran Tinggi Jakarta ke Dieng naik mobil kendaraan pribadi, Anda bisa mengemudikan kendaraan sendiri atau bersama driver agar tidak terlalu lelah di perjalanan sehingga saat tiba di Dieng bisa langsung menikmati suguhan keindahan wisata alam yang sejuk dipandang. Ke Dieng dari Jakarta naik mobil memang digemari oleh para traveler. Selain nyaman menggunakan mobil sendiri, Anda juga akan bebas berhenti atau menikmati spot asyik dimana saja selama perjalanan. Tidak ada batasan waktu saat diperjalanan, jadi Anda bisa istirahat atau bisa menginap di hotel disuatu daerah ketika menuju Dieng dari Ibu Kota ke Dieng naik mobil hanya menghabiskan waktu kurang lebih 9-10 jam setelah dibangunnya tol Cipali. Dengan adanya jalan tol ini perjalanan menuju Dieng dari Jakarta lebih efisien dan sangat menghemat waktu yang biasanya bisa menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam. Hal inilah yang membuat para wisatawan dari Jakarta ke Dieng terasa enggan dan kini kenyataan telah berbalik mereka lebih menikmati mengemudikan mobil sendiri dari Jakarta ke Dieng melalui jalan tol tersebut. Jalur Jakarta Dieng memang ada beberapa pilihan diantaranya menggunakan jalur utara, jalur tengah dan jalur utara. Jalur yang sangat mudah dilalui bagi para wisatawan dari Jakarta ke Dieng dengan naik mobil sendiri ialah jalur tengah dimana jalan tol Cipali kelebihan lainnya bila dari Jakarta ke Dieng naik mobil ialah tour ke Dieng menjadi lebih hemat karena akomodasi kendaraan adalah milik sendiri dan tidak dibebankan oleh biaya sewa. Anda juga bisa menikmati obyek wisata di daerah tertentu selama di perjalanan menuju Dieng jadi tentunya akan memperoleh pengalaman berbeda dengan lainnya. Tempat wisata Dieng sebenarnya susah dijangkau dengan kendaraan umum, jadi ada untungkan jika dari Jakarta ke Dieng naik mobil sendiri. Anda akan lebih bebas menentukan tempat-tempat indah yang diimpikan di Dieng Plateau.
Setelah dua hari di Madiun lalu ke Kediri untuk niatan khitan tadi, saya malah enggak kepikiran apa jadi ke sana. Sampai saat balik ke Jakarta tiba. Si Adik yang masih "rada-rada" jalannya setelah dikhitan, tiba-tiba ditanya Bapaknya saat di rest area. "Sebenarnya Bapak ada rencana ke Dieng, Dik...Ada banyak candi dan telaga di sana, kamu sudah sembuh kan ya?" "Sudaaah, Bapak. Iya, kita jalan-jalan saja. Aku kan belum liburan.." Duh, yang sunat langsung mengiyakan dan lupa akan "rasa aneh" yang dibilangnya setelah dikhitan.🙈 "Lah, jadiii ini? Kan, belum pesen hotel?" protes saya. Selesai rehat, kami pun melanjutkan perjalanan dan keluar di pintu tol Bawen. Setelah singgah untuk makan siang sebentar, perjalanan ke Dieng pun berlanjut melewati Temanggung. Sengaja lewat sini karena kata suami kami bakal lewat sisi pegunungan yang tentu bakal dapat bonus indahnya pemandangan. Tapi....ekstra bonusnya juga ada. Jalanan sempit berkelok, di sela kabut yang mulai turun di tengah gerimis yang tak henti mengguyur. Membuat kami mesti sangat berhati-hati melewati. Belum lagi tingkah beberapa pengendara yang seenaknya sendiri saja, menyalip di tikungan yang tajam atau tidak mau sabar mengantri di belakang iring-iringan truk yang kelebihan muatan. Apapun, semua terbayar saat sampai di tujuan Dataran Tinggi Dieng. Sekitar kurang dari 24 jam kami berada di Dieng ini. Memang tak lama, tapi lumayan juga. Karena kami memang musti segera lanjut ke Jakarta karena anak-anak sudah masuk sekolah tanggal 2, demikian juga Bapaknya masuk kerja. Tapi Temans,....jangan ditiru ya rencana tahu bulat alias dadakan kami ke Dieng ini. Sebaiknya memang direncanakan kalau mau melakukan perjalanan. At least, penginapannya sudah dipesan dan kemana saja mau pergi sudah diniatkan. Tips Mengunjungi Dieng Nah, berikut beberapa tips dari saya yang bisa jadi perhatian sebelum berencana ke Dieng. Yuks, mariiii 1. Siapkan Kendaraan Dieng adalah dataran tertinggi di Pulau Jawa. Salah satu desa di sini, Desa Sembung, merupakan desa tertinggi di Pulau ini. Maka, akses menuju ke sana sudah bisa dibayangkan naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali! Jadi, siapkan kendaraan jika memang bawa sendiri. Mulai dari kesiapan mesin juga bahan bakar. Sesuaikan juga kendaraan dengan medan. Hindari bawa city car ke sini. Karena susyaaah pasti saat nanjak nanti. Kemarin tuh di depan saya, ada Agya. Duh setengah mati di tanjakan dia. Entah sampai enggak di tujuan, karena kendaraan yang lain dipersilakannya duluan jalan. Jadi, kalau memang enggak yakin dengan kendaraan, mending nginep/parkir di Wonosobo atau kota terdekatnya dan naik angkutan saja. Saya lihat ada banyak kendaraan jenis Elf yang merupakan angkutan umum di sana. 2. Pengendara Handal Kontur pegunungan yang penuh kelokan tajam, sempit, beberapa berlubang, kiri tebing kanan jurang....wah, saya saja sebagai sopir tembak sudah ngeri duluan. Maka, jika memang ke Dieng mau pakai mobil ya pastikan pengemudinya sudah piawai dan paham dengan kendaraannya. Karena medan yang sulit seperti ini memerlukan jam terbang tinggi dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Kalau enggak yakin bisa, lebih baik serahkan pada pak sopir setempat yang sudah biasa menempuh jalanan penuh tantangan. 3. Sesuaikan Pakaian Namanya saja dataran tinggi, udaranya dingin pasti. Apalagi di musim hujan begini. Kemarin saya datang tanpa persiapan. Jadi jaket dan kawan-kawan enggak terbawa dari Jakarta. Suami sih santai saja waktu saya ngomel pada diri sendiri enggak lengkap nyiapin itu ini. "Sudah beli di sana saja, kan biar punya sweater yang ada tulisannya Dieng" Hahaha..benar juga!! Di kompleks Candi Arjuna ada deretan penjual souvenir dan saya pun membeli sweater dan topi/kupluk. Murah juga kok...Sweater ukuran si Adik 50 ribu, punya suami 80 ribu, sweater saya 90 ribu dan kupluk 25 ribu. Ini semua harga dari penjual karena saya enggak nawar - kasihan kalau ditawar...😁 Oh ya, cuma si Mas yang enggak mau beli karena dia sudah bawa hooedie. Saat saya ke Dieng, 30 Desember, suhu di siang hari berkisar pada 16 dercel dan malam hari 10 dercel. Dan terasa tambah dingin karena waktu kami datang hujan sedang turun. Brrrrrrrr.... Syukur esok harinya meski dini hari gerimis masih mengundang sehingga mengurungkan niat kami menyaksikan Golden Sunrise, agak siang Sang Surya cerah ceria sehingga meski masih 16 dercel suhunya, hangat di badan rasanya. Candi Setyaki 4. Pesan Penginapan Kami berangkat dari Kediri pukul 7 pagi. Alhamdulillah berkat tol Trans Jawa yang sudah nyambung dari Jakarta ke Surabaya bahkan sampai Pasuruan, perjalanan jadi lancar jaya. Kediri-Bawen sejauh 280 km kami tempuh hanya dalam 3 jam saja via tol masuk di pintu tol Nganjuk. Keluar pintu tol Bawen sampai Dieng Candi Arjuna pukul 3 sore. Karena khawatir lokasi akan tutup jadi kami memutuskan langsung ke sini dan pesan penginapan belakangan. Hotel King's Dieng Nah, keluar dari komplek Candi Arjuna sudah hampir gelap, coba jalan kaki ke 2 homestay mungil di depannya. Tapi enggak ada petugasnya dan parkiran juga full. Rasa-ranya enggak ada kamar tersisa dah... Hopeless, coba jalan aja sambil nyoba pakai aplikasi pemesanan. Dan sudah kebayang gelap-gelap musti turun ke kota Wonosobo, cari hotel di bawah sana. Mana jalanan kayak gitu pulaaa...! Hiks! Di parkiran, sementara suami bersiap mengemudi saya pun cek aplikasi pemesanan penginapan Pegipegi. Dan, Alhamdulillah, masih ada kamar via aplikasi Pegipegi!! Rejekiiii...! Saya pun segera pesan 1 kamar setelah membaca sekilas fasilitas. Saya sih yakin saja dengan keterangan dan ulasan yang diberikan di Pegipegi karena sudah pernah sebelumnya dan puas dengan layanan aplikasi Pegipegi ini. Segera suami mengarahkan kemudi ke sini. Dan setelah mengambil kunci dan memesan tambahan sarapan 2 porsi lagi 15 ribu/porsi, kami berempat pun segera masuk ke kamar yang meski sederhana tapi hangat. Hotel King's Dieng 5. Lengkapi Perbekalan Kalau datang di musim hujan, siapkan juga payung dan jas hujan. Meski ada penyewaan payung di lokasi tapi lebih leluasa kalau bawa sendiri. Juga kalau bawa kendaraan sekalian saja bawa selimut tebal. Karena di penginapan hanya ada selimut biasa dan jumlahnya cuma dua. Untung saya bawa selimut untuk anak-anak tidur di mobil, sehingga masing-masing bisa selimutan. Karena malam hari di Dieng dinginnyaaa...warbiyasah! Oh ya, masker atau penutup muka bisa juga jadi perlengkapan yang wajib dibawa. Terutama karena di kawasan kawah, bau belerang menusuk hidung dan bisa bikin pusing kepala. Kalaupun lupa, masker bisa dibeli di pedagang yang menawarkannya di sekitar lokasi dengan harga 2 rb/buah. bau belerang terutama di sekitar kawah..menyengat! 6. Hangatkan Badan Penikmat kopi bisa menghangatkan diri di warung kopi yang ada di sekitar lokasi. Dan yang paling unik di warkopnya adalah adanya anglo tungku panas yang disajikan ke pengunjungnya untuk menghangatkan badan. Kami berempat menghangatkan diri di sebuah warung kopi. Berteman kopi - dan coklat panas untuk anak-anak- dan semangkuk indomie. Mengitari anglo dengan arang membara beserta minuman panas yang sekejap saja jadi dingin airnya.... Ah, nikmat-Nya mana lagi yang saya dustakan. anglo...anget banget 7. Sediakan Waktu Lokasi yang bisa dikunjungi di Dieng ini banyaak sekali. Dan tempatnya berpencar alias memerlukan waktu untuk didatangi. Setidaknya 2 hari dengan kunjungan cepat atau 3 hari jika ingin puas menikmati. Jadi, ketika saya hanya mengunjunginya kurang dari 24 jam saja, rasanya enggak puas pemirsaaah! Karena banyak tempat jadi terlewati apalagi saat libur panjang begini, antrian kendaraan di tiap pintu gerbang mengular. Sehingga butuh tambahan waktu juga untuk ini. Idealnya sih perginya enggak pas peak season ya. Tapi ini buat yang jomblo, mau honeymoon atau yang anaknya belum sekolah aja... Yang anaknya dah sekolah ya teteup harus rela berdesakan sama keluarga lainnya di masa liburan sekolah. kompleks Candi Arjuna 8. Siapkan Badan Lokasi yang bisa dikunjungi di Dieng ini banyak sekali. Ada sekitar 20-an. Itu semua butuh jalan kaki menuju titik lokasi, mendaki, menaiki anak tangga juga musti berjalan ke titik lainnya di lokasi yang sama. Jadi fisik yang prima pun alas kaki nyaman yang menunjangnya adalah antisipasi untuk kelancaran perjalanan kita. sumber website diengindonesia rute lama sebelum ada tol Trans Jawa 9. Simpan Tiket Masuknya Di depan pintu masuk kawasan ada, retribusi untuk memasuki Dieng Plateu ini. Simpan baik-baik tiket ini karena jika kita tinggal selama beberapa hari nanti dan akan mengunjungi lokasi lainnya tiket ini bisa ditunjukkan lagi. Beberapa tiket ada yang jadi satu retribusinya. Seperti Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Jadi simpan tiketnya karena pintu masuk kedua lokasi berbeda. Sehingga kita tidak perlu membayar ulang nantinya. beda pengelola, beda hasilnya 10. Siap-siap Bahagia Juga Kecewa Bersiaplah untuk bahagia karena melihat pemandangan hijau yang terhampar, kebun sayur dengan sistim terasiring di sisi gunung, bunga-bunga indah bermekaran, candi megah yang gagah, kawah yang mengepulkan uap dan terlihat magis dan indah, bertemu dengan penduduk yang ramah, telaga yang berkilauan warnanya saat ditimpa Sang Surya.... Tapi, bersiaplah kecewa juga karena parkiran benar-benar terbatas kalau pengunjung membludak begini. Belum lagi di dalam lokasi musti berdesakan dan siap antri kalau mau selfie di spot yang seksiiii. Antrian di jalan masuk kawasan, kesemrawutan di jalanan dan semua musti dijalani dengan sabar karena sejauh yang saya lihat kemarin hampir tidak ada petugas polantas atau satuan pengamanan. spot pepotoan bikin kelihatan kumuh area karena tidak beraturan dan kebanyakan Dan...ada kawasan, misalnya Kawah Sikidang yang pedagangnya berjajar tidak beraturan, penataan asal-asalan sehingga terkesan kumuuuuuh dan bikin sepet pemandangan. Juga spot foto kekinian yang juga mengganggu karena tak tertata dan semrawut di sini dan sana. Duh...., sayang sekali kalau pengelolaan seperti ini. Apa yang ada di benak beberapa wisatawan mancanegara -yang saya lihat datang- melihat kondisi Dieng kayak gini. Hiks. Saran buat pengelola agar dikembalikan ke fungsi aslinya agar wisatawan benar-benar bisa menikmati keindahan alam yang disajikan. Kawasan Kawah Sikidang yang kumuh Dan akhirnya, semoga tips di atas bermanfaat ya. Oh ya, puncak kunjungan di Dieng adalah saat Dieng Culture Festival yang dihelat di bulan Agustus dengan rangkaian acara upacara pemotongan rambut gimbal, pertunjukan seni tradisi, jazz di atas awan, pertunjukan sendratari, pesta lampion, dan kembang api. Akhirnya, selamat menikmati surga tertinggi di Pulau Jawa ini....Dataran Tinggi Dieng!😍 Happy Traveling Dian Restu Agustina
Hati-hati, 5 Jenis Barang Ini Tidak Boleh Ditinggal di Dalam Mobil! News / 03 Juni 2021 Saat memparkir mobil setelah bepergian, ada kalanya kita meninggalkan beberapa barang di dalam mobil untuk tujuan kepraktisan. Namun, ada beberapa jenis barang yang sebaiknya tidak diletakkan di dalam mobil karena alasan kesehatan maupun keamanan. Apa saja? Cek list berikut 1. Makanan Meninggalkan makanan di dalam mobil dalam waktu lama, seperti permen dan coklat, dapat membuat makanan tersebut meleleh dan berpotensi mengotori kabin. Tidak hanya itu, beberapa makanan berbau menyengat seperti durian juga sebaiknya tidak dibiarkan ada di dalam mobil dalam waktu lama, karena akan menimbulkan bau yang menempel di kabin. Baca Juga Beli Honda Sekarang Dapatkan THR nya! 2. Obat-obatan Mayoritas jenis obat-obatan disarankan untuk diletakkan di dalam suhu ruangan. Apabila ditinggalkan di dalam kabin, suhu di dalam mobil biasanya cenderung panas terutama di siang hari sehingga dapat mempengaruhi kondisi obat-obatan yang Anda bawa. Lanjutkan membaca . . .
JAKARTA, - Sebelum melakukan perjalanan dalam rangka libur panjang bersama keluarga naik mobil pribadi, persiapan kendaraan mutlak dilakukan. Kini, setelah liburan berakhir dan mobil kembali ke rumah, pemeriksaan kendaraan juga wajib dilakukan, demi performa yang terjaga. Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, coba memberikan pesan penting kepada para pemilik kendaraan yang kelar berlibur dengan mobilnya. Setidaknya ada enam hal yang perlu diperhatikan, apa saja?Baca juga Mana yang Lebih Unggul, Mobil Penggerak Roda Depan atau Belakang? Pertama, perjalanan jarak jauh dengan kondisi jalan macet panjang membuat kerja mesin jadi lebih berat. Karenanya pastikan kondisi seluruh mekanisme terkait kerja mesin tidak ada yang bermasalah. Kedua, perjalanan jauh macet dengan beragam debu yang menempel pada mobil menyebabkan sebagian komponen perlu dicek dan dibersihkan untuk menjaga perfoma mesin. Seperti saringan udara, busi, kondisi oli mesin, sistem pendingin, charging system, dan lainnya. Cek busi mobilKetiga, kerja pengereman yang cenderung berat saat perjalanan jauh dan macet, membuatnya perlu dicek kembali. Ini sangat penting, demi memastikan rem dalam keadaan baik dan bekerja sempurna ketika digunakan kembali sehari-hari. Baca juga Jasa Marga Segera Sesuaikan Tarif Tol JORR 1 Keempat, lakukan wheel aligment atau penyetelan roda-roda mobil, untuk memastikan kestabilan kendaraan. “Mengingat perjalanan jauh, tentunya menghadapi berbagai kondisi jalanan rusak atau lubang jadi perlu untuk melakukan hal ini,” kata Suparna. Kelima, periksa juga sistem kopling untuk mobil manual, demi menjamin perfomanya masih baik. Terakhir, mobil yang habis di ajak pergi jalan-jalan, perlu juga dilakukan pengecekan pada bagian kaki-kaki atau suspensi. Dengan begitu kendaraan akan siap untuk digunakan kembali dengan perfoma yang maksimal. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
ke dieng pakai mobil pribadi