Solarcharge controller (SCC) adalah alat yang digunakan untuk mengontrol proses pengisian muatan listrik dari panel surya kedalam baterai (Aki) dan juga pengosongan muatan listrik dari baterai pada beban seperti inverter, lampu, TV dan lain-lain. Controllermerupakan sebuah perangkat elektronik berbentuk kotak yang berfungsi untuk mengatur aliran listrik dari panel surya ke Batere atau aki menuju ke tiap rumah. Inverter. Inverter merupakan seperangkat alat yang merupakan rangkaian komponen elektronika yang di gunakan untuk mengubah arus DC (Direct curent) menjadi arus AC (alternating Agarenergy listrik yang dihasilkan Panel Surya bisa digunakan pada malam hari maka listrik yang dihasilkan disimpan di batere atau Aki. Penyimpanan listrik ke Aki ada prosedur dan syarat-syaratnya serta menggunakan alat yang bernama Charger Controller. Pondok di Kebun Listriknya Memakai Tenaga Surya Sistemsel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. fUntukmengontrol proses pengisian dari panel surya ke aki/baterai MPPT PWM Maximum Power Point Tracking Pulse Width Modulation • Vp/Vin tetap stabil • Vin bergantung pada sinar meskipun penyinaran matahari sehingga apabila minimum minim sinar matahari • Vin stabil charging bisa tidak dapat proses dilakukan saat sinar minim charging battery cerita rencana masa depan setelah lulus sma. Panel Surya adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi energy listrik. Energi listrik yang dihasilkan berguna untuk penerangan pada malam hari, sedangkan pada malam hari tidak ada cahaya matahari. Bukankah malam hari ada cahaya dari bulan dan bintang? Sudah saya coba cahaya bulan atau bintang tidak akan cukup menghasilkan energy listrik, bahkan cahaya dari bolam listrik dari PLN juga tidak mampu. Agar energy listrik yang dihasilkan Panel Surya bisa digunakan pada malam hari maka listrik yang dihasilkan disimpan di batere atau Aki. Penyimpanan listrik ke Aki ada prosedur dan syarat-syaratnya serta menggunakan alat yang bernama Charger Controller. Pondok di Kebun Listriknya Memakai Tenaga Surya Charger Controller Panel Surya agak lumayan mahal harganya, sedangkan sebelumnya kita telah dibebani dengan membeli Panel Surya dan Aki yang juga sangat mahal. Contohnya sekitar tiga tahun yang lalu saya membeli Panel Surya untuk penerangan sebuah pondok dikebun. Saya membeli sebuah Panel Surya dengan daya 50 WP, panel surya ini harganya waktu itu Rp. kemudian saya membeli batere 32 Ah dengan harga Rp. kalau sekarang pasti lebih mahal lagi. Rupanya ini belum cukup, saya harus membeli sebuah Charger Controller 10 Ampere yang harganya Rp. Jadi jika ditotal keperluan sebuah panel surya dengan daya 50 WP adalah Rp. Ini belum untuk membeli bolam lampu serta inverternya. Tapi sekarang sudah enak karena sudah ada bolam lampu LED yang khusus untuk tegangan DC 12 Volt, juga ada Fetting Inverter yang sudah dilengkapi dengan inverter didalamnya dengan harga yang sangat murah seperti pada gambar berikut. Bolam Lampu untuk Tenaga Surya Karena saya alumni dari Teknik Elektro, saya berencana mau merakit sendiri Charger Controller untuk mengatur pengisian Aki dari Panel Surya tersebut. Hasil rakitan akan saya posting dan dibahas pada postingan selanjutnya. Hasil rakitan berhasil tetapi yang namanya rakitan tidak akan berfungsi sempurna, apalagi yang menghuni pondok bukan saya tetapi paman. Charger Controller rakitan perlu pemeliharaan rutin sedangkan jarak rumah saya ke kebun cukup jauh sekitar 25 kilo. Karena Charger Controller rakitan sering macet maka saya sering bolak-balik kekebun untukuk memperbaikinya karena paman sering mengalami mati lampu kayak PLN. Panel Surya 50 WP di Kebun Karena bosan bolak-balik terus akhirnya saya lepas Charger Controller rakitan tersebut dan hanya meninggalkan sebuah diode penyearah yang berfungsi supaya arus pada aki tidak berbalik ke Panel Surya. Tiga tahun sudah berlalu dan ternyata Aki yang terpasang belum juga diganti karena masih bagus daya penyimpanannya. Sejak itu juga tidak terjadi mati listrik di pondok yang dihuni paman di kebun saya itu. Ternyata kesimpulannya Panel Surya bisa untuk menyimpan listrik ke Aki tanpa mengunakan peralatan yang bernama Charger Controller, dengan umur Aki yang cukup panjang atau awet, tetapi pasti ada syaratnya. Panel Surya 50 Wp dan Charger Controller Sebelumnya saya belum menjelaskan apa fungsi dari Charger Controller tersebut, Charger Controller pada Panel Surya sama fungsinya dengan Charger Aki Otomatis yaitu memutuskan arus pengisian secara otomatis jika Aki sudah penuh dan mengisi Aki secara otomatis saat Aki sudah mulai lemah. Charger Controller yang baik juga dilengkap dengan pemutusan rangkaian kebeban jika terjadi overload atau hubung menggunakan Charger Controller diharapkan Aki akan awet dan berumur panjang tidak cepat soak. Demikianlah fungsi dari Charger Controller pada Panel Surya. Kembali lagi ke permasalahan, yaitu Aki kok bisa awet tanpa pemakaian Charger Controller. Dari analisa saya kenapa bisa demikian ini sebabkana oleh beberapa hal yaitu Panel Surya yang dipakai berdaya 50 Wp dengan kemampuan menghasilkan arus maksimal 2,8 Ampere Aki yang saya pasang berkapasitas 32 Ah, berarti Aki ini maksimum arus pengisian tidak lebih dari 10% dari kapasitasnya yaitu 3,2 Ampere selama 10 jam. Ini sesuai dengan arus maksimal 2,8 Ampere yang dihasilkan Panel Surya. Setiap malam Aki habis dipakai, sehingga setiap siang Aki diisi selama lebih kurang 10 jam, sesuai dengan lamanya cahaya matahari bisa bersinar dalam sehari. Jadi Aki tidak pernah mengalami kelebihan pengisian yang mengakibatkan Aki cepat soak atau rusak. Itulah hasil analisa saya yang saya temukan secara kebetulan dari pemasangan Panel Surya tanpa menggunakan Charger Controller di pondok kebun milik saya. Untuk menghindari terjadinya hubung singkat jangan lupa memasang sebuah sekering dari Aki ke beban. Semoga tips sedikit ini bermanfaat bagi orang lain. Saya memperkenalkan sebuah produk Kit Charger Aki Otomatis Tanpa Relay sebagai alternatif dari sebuah controller untuk Tenaga Surya yang berdaya kecil antara 10 s/d 50 wp yang harganya hanya Rp. 60000. Silahkan kunjungi link tersebut ya..!! Saya menjual peralatan Mesin Penetas Telur dan lainnya, Anda yang berminat pada produk Thermostat Cemani dan Thermometer, juga Kit Inverter pengubah tegangan DC ke AC menjadi 220 Volt, Kit Charger Otomatis, dan barang kebutuhan lainnya. silahkan hubungi Toko Online saya klik disini Toko Pedia atau Oi Shop klik mau berbelanja secara langsung bisa SMS maaf tidak menerima telpon ke no. 0819 780 7118, transfer Harga Barang + Ongkos Kirim ke rekening BRI 5647 0101 7545 537 An. ASRI. Charge Controller adalah rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian aki atau rangkaian aki Battery Bank. Tegangan DC yang dihasilkan oleh panel sel surya umumnya bervariasi 12 volt ke-atas. Kontroler ini berfungsi sebagai alat pengatur tegangan aki agar tidak melampaui batas toleransi dayanya. Disamping itu, alat pengontrol ini juga mencegah pengaliran arus dari aki mengalir balik ke panel sel surya ketika proses pengisian sedang tidak berlangsung misalnya pada malam hari sehingga aki yang sudah dicas tidak terkuras tenaganya. Apabila aki atau rangkaian aki sudah penuh terisi, maka aliran DC dari panel surya akan diputuskan agar aki itu tidak lagi menjalani pnngisian sehingga pengerusakan terhadap baterai bisa dicegah dan usia aki bisa diperpanjang. Pengendalian proses pengisian aki dengan membuka dan menutup aliran arus DC dari panel surya ke aki adalah fungsi yang paling dasar sebuah charge controller. ALAT PENGATUR PENGISIAN AKI PWM Picture Charge controller PWM Pulse Width Modulation adalah alat pengontrol pengisian yang berfungsi mengecas aki dari panel surya dengan mengunakan modulasi pulsa untuk mengendalikan keberlangsungan pengisian. Ketika aki mendekati kondisi terisi penuh, alat PWM akan perlahan-lahan menurunkan jumlah daya yang masuk ke baterai demi untuk mengurangi stres pada aki tersebut. Alat pengecas PWM banyak terdapat di pasaran, harganya juga lebih murah, dan tersedia dalam berbagai ukuran untuk aplikasi yang luas. Keterbatasan kontroler PWM antara lain yaitu ukuran tegangan alat pengecas harus sesuai dengan tegangan bank baterai, dan kapasitas alat PWM biasanya terbatas pada 60 amper maksimum. ALAT PENGATUR PENGISIAN AKI MPPT Semua panel surya PV berkekuatan dalam satuan Watts. Ini mengidentifikasikan daya potensial yang dapat dihasilkan oleh panel PV tersebut ketika dipancari oleh sinar matahari. Kalau kita kalikan tegangan maksimum Vmp dengan arus maksimum Imp yang tercantum pada label panel PV itu, maka akan dapat kita tentukan kapasitas panel itu dalam satuan Watt. Sebagai contoh, label panel surya PV mencantumkan spesifikasi berikut Imp = 8,1A Vmp = 29,7V MPPT = Yes maka kapasitas tenaga panel itu adalah 29,7 X 8,1 = 240 Watt. Untuk menghasilkan kapasitas tenaga 240W, modul PV harus beroperasi pada voltase 29,7V dan arus 8,1A. Perlu kita ingat bahwa panel surya PV adalah perangkat berarus konstan. Tetapi apabila aki yang dicas itu bertegangan dibawah voltase modul PV, tegangan operasi panel surya akan menyesuaikan dengan voltase aki. Jadi kalau voltase aki 12V, tegangan operasi panel akan merosot dari 29,7V ke kisaran 12V. Dengan demikian, kinerja panel surya bukan lagi 240W tetapi outputnya menjadi 12V x 8,1A = 97,2W. Hal ini membuat sistem surya kita kehilangan tenaga sebesar 142,8W 240-97,2, yaitu 59,5% dari tenaga panel surya tidak dimanfaatkan. Kerugian sebesar ini sangat disayangkan sekali. Untuk mengatasi masalah kesusutan tersebut diatas, perlu diterapkan controller pengisian aki yang dilengkapi dengan filtur MPPT agar tenaga 240W dari panel surya bisa diperoleh semaksimal mungkin. MPPT adalah singkatan Maximum Power Point Tracking merupakan perangkat elektronik yang terdapat pada alat pengatur pengisian aki yang dapat mengoptimalkan kenerja antara array surya panel PV dan bank aki. Dengan kata lain, alat ini mampu mengkonversi tegangan tinggi output DC dari panel surya ke tegangan lebih rendah yang diperlukan aki / bank aki. Dalam proses pengisian ini, mekanisme MPPT juga malakukan peningkatan arus DC amper yang dicas ke aki / bank aki. Kita kembali lagi ke contoh perhitungan di atas. Dengan MPPT, alat pengatur pengisian aki menjaga kestabilan tegangan 29,7V, sehingga tenaga yang ditarik dari modul surya tetap 240W dan controller pengecas aki ini kemudian mengkonversi tegangan yang 29,7V ke 12V untuk menyesuaikan dengan voltase aki. Dengan demikian arus yang masuk ke aki menjadi 20A 240W / 12V. Jadi daya arus yang diperoleh aki adalah 20A dan bukan lagi 8,1A seperti yang dihasilkan oleh alat pengatur pengisian jenis PWM. Perbedaan antara kedua jenis controller pengisian aki sudah sangat jelas. Dengan peningkatan daya arus sebesar 11,9A 20A-8,1A, MPPT jauh lebih efisien dari pada PWM. CARA MENENTUKAN DAN MEMILIH KAPASITAS ALAT PENGATUR PENGISIAN AKI Picture Ukuran atau rating untuk controller pengisian aki ditentukan dalam satuan Amper. Untuk menentukan berapa Amper alat pengontrol pengecas aki yang harus digunakan adalah pekerjaan yang sangat sederhana sekali. Kita ambil contoh untuk gedung walet dimana sudah kita tentukan besarnya beban dan ukuran panel sel sebagai berikut - Beban = 187,5W, jadi perlukan dua panel 100W = 200W Ukuran / rating Kontroler Pengecas aki - Voltase aki = 12V - Ukuran alat pengontrol = 200/12 = 16,7A - Dengan pertimbangan faktor efisiensi, perlu kita tambah cadangan 25%, dengan demikian perhitungannya menjadi 16,7 x 1,25 = 20,82A Jadi alat pengatur pengisian aki yang harus dipakai adalah Charge Controller yang rating-nya tidak dibawah 21A. Disamping itu perlu juga memperhatikan voltase maximum yang bisa ditoleransi oleh controller. Kalau panel 100W yang kita contohkan diatas mempunyai Voc = 20V, total Voc untuk 2x100W juga 20V. Jadi alat pengatur pengisian aki yang kita mesti pilih adalah controller yang bertegangan maksimum 20V. Lampu tenaga surya / solar cell kini makin banyak peminatnya. Dengan menggunakan lampu tenaga surya untuk penerangan jalan, maka suasana jalan tersebut akan terlihat lebih rapi dan menarik. Salah satu penyebabnya adalah sudah tidak adanya kabel – kabel listrik di sekitar tiang lampu yang menyalurkan energi listrik ke lampu. Komponen & Rangkaian Lampu Tenaga SuryaSekarang kenalan yuk dengan komponen & rangkaian lampu tenaga surya ini! Teknologi cerdas pembangkit listrik tenaga surya ini ternyata tidak ribet & banyak manfaatnya lho!Komponen Lampu Tenaga SuryaSet Panel Surya Panel surya berfungsi sebagai pengubah cahaya matahari menjadi listrik. Gambar di bawah ini menunjukan salah satu model panel surya dengan ukuran 100 panel surya seperti gambar diatas cukup ekonomis, yaitu berkisar Rp. Ukuran fisik dari panel surya tersebut kira-kira adalah 100 cm X 60 Cm X 3 CmBateraiBaterai berfungsi untuk menyimpan energi listrik untuk digunakan nanti di malam hari ketika panel surya tidak beroperasi. Contoh baterai yang ada pada gambar diatas merupakan baterai dengan spesifikasi tegangan 12 Volt dan daya baterai 65 Ah. Baterai tersebut dijual pada kisaran Rp. LED Penerangan JalanKomponen lampu tenaga surya lain yang penting juga adalah lampu itu sendiri. Lampu yang dipilih adalah yang bertegangan 12 V arus DC. Hal ini bertujuan agar lampu dapat beroperasi dengan menggunakan aki yang umumnya memiliki tegangan output 12 Volt sehingga sistem lampu penerangan yang dibuat lebih sederhana dan handal. Lampu tersebut memiliki spesifikasi tegangan input 12 V dan memerlukan daya listrik sebesar 50 W, dengan demikian lampu tersebut memerlukan arus listrik sebesar 2 Ampere untuk dapat beroperasi dengan baik. Sehingga apabila lampu ini dipasang dengan menggunakan aki dengan kapasitas 65 Ah seperti gambar diatas, maka lampu dapat menyala sekitar 20 – 30 jam. Lampu dengan model seperti gambar diatas tersedia di marketplace dengan harga sekitar Rp. lainnya – koneksiKabelPeralatan pendukung lainnya adalah kabel-kabel yang menghubungkan antar peralatan yang digunakan pada sistem kelistrikan lampu tenaga surya. Kabel seperti gambar diatas berukuran 2 X 2,5 mm dan sudah dilengkapi soket yang siap dihubungkan ke solar panel. Harga kabel tersebut untuk panjang 4 meter adalah Rp. BracketPeralatan pendukung lampu tenaga surya lainnya adalah braket solar panel. Harga braket solar panel berkisar Rp. Dengan menggunakan braket, maka solar panel akan terpasang dengan baik dan aman. SensorSensor dipasang pada panel surya yang umumnya berukuran besar. Hal ini diperlukan sebagai pengamanagar panel-panel surya tidak sampai terbakar pada saat digunakan. Anak panah pada gambar diatas menunjukan posisi penempatan sensor. Harga sensor berkisarantara Rp. Kontroller Perangkat pendukung lampu tenaga surya adalah kontroller yang memiliki bentuk fisik seperti pada gambar di bawah ini. Kontroller ini dihubungkan ke solar panel, lampu serta aki menggunakan kabel – kabel yang ada di kontroller untuk mengatur sistem kelistrikan dari lampu panel surya dapat berjalan dengan baik. Harga perangkat ini di marketplace berkisar antara Rp Rangkaian Lampu Tenaga MatahariKomponen yang telah dibahas diatas akan disusun sedemikian rupa seperti gambar di bawah ini agar dapat berfungsi dengan & Rangkaian LampuTenaga SuryaSetelah perangkat –perangkat dari lampu tenaga surya sudah terpasang, maka kita hubungkan peralatan satu dengan yang lain seperti diagram dibawah ini sehingga lampu dapat beroperasi dengan warna kabel Kabel warna Hitam - Dihubungkan ke kutub negatif dari baterai, panel surya serta lampuKabel warna Merah - Dihubungkan ke kutubpositif dari bateraiKabel warna Coklat - Dihubungkan ke kutub positif dari lampuKabel warna Kuning - Dihubungkan ke kutubpositif dari panel suryaPada perangkat kontroller sudah tersedia juga pengatur untuk membuat lampu menyala ketika matahari mulai tenggelam dan lampu padam ketika matahari terbit. Ataupun lampu akan padam ketika cahaya di sekitar lampu cukup terang, sehingga ketika mendung lampu menyala. Pada umumnya perangkat ini cukup handal dan jarangrusak sehingga pada pemakaiannya kita hanya perlu mengganti aki saja setelah beberapa sudah semakintertarik untuk pakai energi matahari sebagai sumber listrikmu?Mampir juga ke artikel lain di untuk dapat berbagai informasi menarik lainnya ya!‍ Cara terbaik memasangkan Panel surya PLTS dirumah sampai dapat menghasilkan listrik dari matahari Bismillahirrohamnirrohim Sebagai mana telah dijelaskan beberapa pekan yang lalu tentang cara kerja panel surya, sejarah terbentuknya panel surya, dan harga beragam panel surya. Setelah memahami konsep kerjanya, dan sobat telah menentukan dan berencana membeli panel surya atau bahkan sudah membeli dengan ketentuan dan perhitungan yang matang, maka langkah selanjutnya adalah memasangkan panel surya dirumahmu sendiri. Perlu sobat ketahui, biasanya para produsen panel surya baik diluar ataupun didalam negri akan melayani konsumennya dengan menyediakan pemasangan dalam 1 paket pembelian sebuah pembangkit listrik tenaga matahari dari mulai pembelian sel surya, charge, baterai kapasitas besar, Inverter, serta pemasangan. Itu satu paket. Dan sebenarnya, lebih baik sobat menyerahkan pemasangan PLTS tersebut pada ahlinya, karena memang pemasangan PLTS ini cukup sulit. Perlu perhitungan khusus dan pertimbangan yang matang. Namun bagi sobat yang kebetulan menemukan sekuntung sel surya ? dan sengaja membeli baterai bekas agar mudah dan membeli Inverter secara terpisah tentunya jika ingin dipasangkan oleh pihak penyedia layanan akan menambah ongkos. Maka dari itu saya yakin bahwa sobat lebih memilih untuk memasangkanya secara sendiri tanpa dibantu oleh pihak ahli misalnya saya... waww Bagi sobat yang berencana memasang sebuah panel surya sendiri dirumah, jangan khawatir karena pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas cara terbaik memasangkan panel surya solar sel dirumah sampai dapat menghasilkan listrik dari matahari dan diaplikasikan kedalam alat kelistrikan yang ada dirumah sobat. rumah yang telah menerapkan teknologi PLTS Langkah pertama Penentuan lokasi Lokasi yang baik agar sebutir panel surya dapat bekerja dengan baik adalah di sebuah tempat terbuka, dan berhadapan langsung dengan matahari. Sobat bisa memasangkannya ditengah lapang, ditengah sawah atau bahkan ditengah lautan. Namun pasti sobat tidak akan melakukannya dan memang kebanyakan orang lebih memilih Atap rumah sebagai lokasi terbaik untuk panel surya. Kenapa memilih atap rumah? Biasanya sebuah atap rumah berada ditempat paling atas dan paling terbuka dirumah Lebih dekat dengan baterai dan pengguna dirumah sehingga mudah dikontrol Tidak menyia-nyiakan tempat kosong Bagi pemukiman yang berketerabasan ruang, atap rumah biasa menjadi lahan yang kosong Dapat membantu mengantisipasi kebocoran air hujan yang kemungkinan bisa terjadi Langkah kedua menyediakan perlengkapan yang akan digunakan pada saat pemasangan Tidak mungkinkan sobat memasangkan sesuatu tanpa ada sesuatu tersebut. Mau pasang apa? Maka dari itu, komponen pertama yang harus ada adalah panel surya dengan jumlah yang telah diperhitungkan dengan matang sebelumnya, sebuah solar charge controller untuk mengontrol proses pengisian muatan listrik dari panel surya kedalam baterai aki, dan memindahkan muatan listrik dari aki baterai kedalam beban seperti lampu. sebuah baterai kapasitas besar untuk menyimpan energi listrik dari surya untuk digunakan nanti, sebuah Inverter yang mampu mengubah arus DC dari baterai menjadi AC untuk kebutuhan rumah dengan teknologi terbaru yang mampu bekerja dengan maksimal. Jika sobat berencana menggunakan dua sumber energi listrik pada satu rumah, misalnya, sumber dari PLN sebagai sumber listrik utama, dan sumber dari panel surya sebagai cadangan, bisa menggunakan komponen tambahan yaitu saklar tukar atau juga DPDT double pole Doube Touw yaitu saklar yang dapat mengubah 2 sambungan pada kontak yang berbeda Namun bagi sobat yang ingin lebih canggih lagi, bisa menggunakan sistem panel ATS Automatis stop start yaitu sebuah panel kontrol yang memungkinkan dapat mengubah sumber listrik yang digunakan secara otomatis bila salah satu sumber listrik mati. Serta komponen pemantu lain seperti rangka besi untuk dudukan panel surya diatas atap, kabel listrik, dan komponen pembantu lainnya seperti baud, skup, lem, dan lain-lain Selain komponen, sobat juga harus mempersiapkan alat-alat yang dapat membantu pekerjaan sobat seperti AVO meter / multitester / multimeter sebagai alat pengukur kelistrikan Obeng min dan plus Keluarga Tang, tang pemotong, tang ngupas, tang lancip, serta tang kombinasi Palu Gergaji besi Meteran Gurinda tangan bila diperlukan untuk memotong besi lebih cepat Bor tangan bila diperlukan untuk melubangi lebih cepat Pisau bila diperlukan Serta alat lain yang dapat membantu pekerjaan boleh digunakan Bila alat dan bahan telah terkumpul simpan ditempat yang aman, tidak lembab, tidak membahayakan orang lain serta mudah dijangkau alat dan bahan dudukan sel surya Langkah ketiga membentuk dudukan sel surya Sebuah dudukan sel surya, adalah alat yang digunakan untuk menyimpan sel surya. Penempatanya bisa disesuaikan dengan posisi terbaik panel surya untuk menerima sinar matahari. Jika ada yang menghalangi sinar matahari untuk menembak langsung pada sel surya sebaiknya pindahkan atau bisa mengatur ulang posisi dudukan sel surya. Dudukan sel surya bisa dibuat dari plat besi seng atau jenis logam kuat lain. Hal ini bertujuan agar kekuatan ikatan pada panel surya lebih terjamin dan terhindar dari goncangan saat terkajadi angin badai atau gangguan lainnya. dudukan sel surya Langkah keempat penentuan perhitungan yang tepat untuk penyesuan pemasangan sel surya Sebagai contoh, terdapat sebuah rumah yang sudah dilengkapi dengan sebuah panel surya. pemilik rumah tersebut bermana Agus Haris. Dia menggunakan 6 panel surya yang mana 4 panel surya 100 watt peak WP dan 2 panel surya 50 watt Peak WP. Masing-masing mempunyai tegangan output 18 volt. Katanya untuk menghindari losses listrik yang besar. Panel surya yang beliau gunakan adalah panel surya bertipe monocristallin. Dimana tipe ini memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dari pada tipe Policristallin dengan daya yang sama. Selain itu tipe ini berdaya serap lebih baik. Hanya saha tipe monocristallin ini tidak akan efektif digunakan ditempat yang sering terhalangi pada cahaya matahari langsung. Namun beliau menggunakan tipe ini karena rumahnya berada disekitar sawah, tidak ada halangan sinar matahari yang cukup berarti kecuali awan mendung. Sehingga panel surya tepe ini akan memberikan esiensi konversi energi yang lebih baik. Kemudian solar change controller yang digunakan adalah solar charge controller 24 Volt bukan 12 volt. Agar tegangannya cukup untuk pengisian aki, maka panel surya harus dikasih rangkaian seri, 2 X 2 panel 100 WP diseri menghasilkan tegangan 36 volt dan arus maksimum 2 X 5,8 A, kemudian dua kali panel 50 WP juga diseri menghasilkan tegangan 36 volt dan arus maksimal 3 ampere. Dua rangkaian tersebut kemudian diparalelkan sehingga diperoleh panel surya total 36 volt dan arus maksimal 14,6 Ampere. ampere adalah hitungan arus listrik Berikut gambar penghubungan seri dan paralel pada solar sel agar menghasilkan tegangan yang diinginkan pemasangan sel surya secara seri paralel Tahap keempat penghubungan kabel pada solar charge controller solar charge controller tipe MPPT30 Dua kabel listrik keluaran panel surya diteruskan pada solar charge controller yang kemudian diatur untuk pengisian baterai aki dan juga beban ke Inverter. Karena arus listrik yang akan mengalir pada SCC, aki dan iverter cukup besar, maka kabel yang digunakan harus disesuaikan. Misalnya arus pada rangkaian listrik tersebut berukuran 10 Ampere, maka kabel yang digunakan adalah kabel yang berukuran mm2 perhitungan standar PUIL. Jika kurang dari itu maka kabel akan panas dan terbakar. Solar charge controller yang digunakan beliau pada sistem pembangkit listrik tenaga mataharinya adalah solar charge controller MPPT30 berkapasitas 30 A. Alasan beliau menggunakan SCC MPPT30 adalah karena berteknologi MPPT sehingga efisien dalam pengisian aki. Sesuai spesifikasi panel surya yang beliau gunakan, arus pengisian adalah 14,6 A. Namun, dengan solar controller MPPT30 ini kelebihan tegangan panel surya dikonversikan kearus pengisian sehingga totalnya menjadi maksimal kurang lebih 18 Ampere. Selain itu kelebihan SCC ini memiliki parameter yang bisa diubah sesuai dengan tipe aki. Misalnya tegangan charging float untuk aki basar umumnya 13,5 Volt, 12 volt, 27 volt, dan 24 volt. Parameter lain yang dapat diubah adalah tegangan baterai minimum ketika aliran listrik kebeban harus diputus. Maka, ketika tegangan yang menurun tersebut sampai pada tegangan minimum yang ditentukan tadi, maka solar charge otomatis akan memutus aliran listrik ke beban supaya baterai tidak mengalami Over-discharging. Cara memasang solar charge controller juga cukup mudah, karena pada sebuah SCC biasanya setiap kontak hubung telah diberi petunjuk, misalnya untuk jalur pada panel surya sudah diberi nama solar. Agar lebih jelas simak gambar ini pemasangan pada charge controller Tahap kelima penghubungan pada baterai aki aki Baterai yang digunakan tentu bukanlah baterai yang biasa-biasa saja. Baterai yang digunakan harus mampu menyimpan muatan listrik yang cukup besar sehingga dapat digunakan sepanjang malam. Melanjutkan rumah yang dijadikan contoh diatas, sang pemilik rumah menggunakan baterai aki basah sebanyak 2 X 100 Ah dan 2 X 60 Ah yang dikombinasikan seri dan paralel seperti skema dibawah ini penghubungan pada aki secara seri dan paralel Karena rangkaian baterai menggunakan rangkaian seri paralel, jadi setiap dua aki akan membentuk satu kekuatan 24 Volt dengn kapasitas total 160 Ah. Dengan jenis solar charge controller seperti dijelaskan diatas, penggunaan aki basah tidak terlalu menjadi masalah. Hanya saja sobat memang harus rajin memriksa lebel air aki setidaknya setiap 2 bulan sekali. Penyimpanan aki sebaiknya disimpan ditempat yang tertutup. Misalnya pada suatu lemari. Ini karena porses charging aki akan mengeluarkan uap air aki yang berbabu menyengat dan tidak bagus bagi kesehatanmu. Langkah Keenam pemasangan Inverter Inverter untuk mengubah arus DC-AC Inverter pada rangkaian Pembangkit listrik tenaga matahari ini berfungsi untuk mengubuh arus yang dihasilan oleh sel surya dan pada baterai yang bersipat searah DC menjadi arus bolak balik AC yang digunakan pada intalasi rumah. Harus sobat ketahui, sebuah inverter terkadang tidak cocok pada berbagai jenis alat elektronik tertentu. Sebaiknya, inverter yang digunakan adalah jenis Pure sine wave supaya benar-benar lebih aman untuk semua peralatan elektronik di rumah. Sampai saat ini dengan jenis inverter ini tidak ada masalah untuk semua peralatan elektronik. Langkah ketujuh penyetingan sambungan PLTS pada Intalasi rumah Sebaiknya pemasangan PLTS ini dikombinasikan dengan sumber lain misalnya listrik PLN atau genset. Ini dimaksudkan supaya pasokan listrik rumah tetap ada jika kondisi PLTS sedang mengalami masalah misalnya baterai sudah habis atau memang terjadi kerusakan. Selain itu, penggunaan sumber listrik lain dapat menjadi sumber energi cadangan untuk pengisian aki sehingga aki tetap terjaga pada kondisi muatan lebih dari 50% sehingga aki tetap dalam keadaan baik. Untuk pengisian aki dari listrik sember lain PLN biasanya menggunakan Charger Konvensional. Charger konvesional ini disetel secara otomatis akan hidup setiap harinya menjelang petang untuk mengecek kapasitas baterai apakah sudah penuh atau belum. Penyetelan otomatisnya bisa menggunakan timer. Yang harus diperhatikan adalah ketika charger konvensional hidup, maka koneksi aki dan sel surya ke solar controller harus terputus. Mekanisme ini dilakukan dengan memasang saklar otomatis relay. Untuk pengatur pemindahan sumber listrik paling mudah bisa menggunakan saklar tukar. Karena selain mudah dalam pemasangan, tapi juga mudah didapat, sangat bersahabat dimata masyarakat dan murah Berikut cara pemasangan menggunakan saklar tukar saklar tukar sebagai pengganti sumber arus Dan ini skema dari sang pemilik rumah... by Demikian pembahasan tentang cara memasang panel surya atau PLTS sendiri dirumah. Semoga dapat bermanfaat, membantu masalah sobat dan dapat menambah wawasan. Posted On Maret 22, 2021 Jenis-jenis Rangkaian Panel Surya Jenis-jenis Rangkaian Panel Surya – Sekarang ini banyak orang yang memanfaatkan tenaga surya untuk dijadikan sebagai sumber pembangkit. Jenis pembangkit ini memanfaatkan rangkaian panel surya fotovoltaik sebagai sumber pembangkit listriknya, yang berfungsi untuk menangkap sinar matahari dan bisa mengubahnya menjadi energi listrik. Negara Indonesia termasuk negara yang dikarunia dengan sinar matahari yang cukup dalam waktu sepanjang tahun, dengan begitu panel surya akan lebih efektif jika dipasang di daerah tropis. Ada beberapa perbedaan jenis-jenis panel surya yang bisa dikelompokan berdasarkan material sel surya yang menyusunnya, diantaranya Crystalline Silicon C-si Untuk menyusun sel surya, rangkaian panel surya jenis ini memanfaatkan material silicon dimana jenis Crystalline Silicone C-si memiliki tiga jenis panel utama. Tipe ini banyak digunakan untuk pembangkit listrik surya. Tipe dari panel ini diantaranya adalah Monocrystalline Silicon Mono-Si Dilihat secara fisik untuk membedakannya rangkaian panel surya ini bisa diketahui dengan model terpotong pada tiap sudutnya. Pada jenis ini menggunakan sel surya jenis crystalline tunggal single crystal-Si dimana pada kelasnya panel ini memiliki efisiensi yang paling tinggi. Multicrystalline Silicon Multi-Si Jika dilihat secara fisik Anda bisa mengetahui Multicrystalline Silicon ini dari warna sel yang cenderung berwarna biru dan berbentuk persegi. Ribbon Silicon Ribbon-Si Panel surya string Ribbon merupakan salah satu panel surya yang menggunakan jenis sel surya polycrystalline, akan tetapi menggunakan proses yang berbeda. Namun jenis ini tidak mempunyai pasar yang cukup baik. Baca juga Bisa Dicoba, Inilah Alasan Mengapa Panel Surya Sangat Cocok Di Gunakan Di Indonesia Memilih Baterai Panel Surya Thin Film Solar Cell Rangkaian panel suryaini menggunakan banyak lapisan material sebagai bahan material penyusunnya yang merupakan panel surya generasi kedua. Ketebalan Thin Film Solar Cell mulai dari nanometers nm sampai micrometers µm. Beberapa rangkaian panel surya yang ada di pasaran berdasarkan material penyusunnya yaitu Cadmium Telluride CdTe Cadmium Telluride CdTe ini merupakan jenis yang mempunyai tingkat efisiensi paling baik di kelasnya yaitu 9-11%. Copper Indium Gallium Diselenide CIGS Bahan CIGS ini mempunyai efisiensi 10-12% dengan efisiensi tertinggi yang pernah diproduksi dalam skala lab adalah Amorphous Thin-film Silicon a-Si, TF-Si Jenis bahan ini pada materialnya mengandung bahan yang kurang aman dan juga memiliki efisiensi yang terendah yaitu 6-8%. Jenis Amorphous Thin-film Silicon a-Si, TF-Si ini mempunyai beberapa tipe, diantaranya Amorphous silicon cells Tandem-cell using a-Si/µc-Si Polycrystalline silicon on glass Gallium Arsenide GaAs Tipe panel dengan sel GaAs ini memiliki harga yang dibilang cukup mahal, dan hanya digunakan untuk industri tertentu dan luar angkasa. Panel ini mempunyai efisiensi tertinggi yaitu 28,8%. Material lainnya Rangkaian panel surya pada generasi ketiga tersusun atas lebih banyak variasi material untuk masing-masing panel surya. Beberapa diantara jenis tersebut adalah Copper zinc Tin Sulfide Solar Cell CZTS Dye-sensitized solar cell Organic Solar Cell Perovskite Solar Cell Polymer Solar Cell Quantum Dot Solar Cell Building-Integrated Photovoltaics BIPV Untuk bisa memutuskan jenis-jenis rangkaian panel surya yang terbaik yang bisa Anda gunakan saat akan memasang panel surya, sebaiknya sebelum memutuskannya Anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut Dimensi Untuk menentukan berapa banyak panel surya yang dapat dipasang, ukuran dimensi yang Anda pilih akan pada ruang yang tersedia akan sangat berpengaruh. Semakin kecil ruang, semakin besar kemungkinan untuk menggunakannya dengan efisiensi yang besar namun berdimensi optimal. Anda bisa konsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan jasa, untuk mendapatkan desain sistem pembangkit yang paling baik Efisiensi Efisiensi ditunjukan dalam persentase efisiensi modul yang dapat Anda temukan pada spesifikasi teknis produk. Angka ini bisa menjelaskan berapa banyak listrik yang dapat dihasilkan per luas permukaan jumlah yang lebih tinggi lebih baik. Lebih efisien panel, lebih kecil bidang luasan yang diperlukan panel untuk memproduksi listrik. Rangkaian Panel Surya Seri dan Paralel Seperti Baterai, Sel Surya juga bisa dirangkai secara Seri atau pun Paralel. Pada umumnya, tiap-tiap Sel Surya itu menghasilkan Tegangan sebesar 0,45 ~ 0,5V serta arus listrik sebesar 0,1A disaat menerima sinar cahaya yang terang. Sama halnya dengan Baterai, Sel Surya yang dirangkai dengan secara Seri akan meningkatkan Tegangan Voltage sedangkan untuk Sel Surya yang dirangkai dengan secara Paralel akan meningkatkan Arus Current. Itu dia jenis-jenis rangkaian panel surya beserta dengan beberapa pilihan pertimbangan yang harus diperhatikan untuk memilih jenis rangkaian panel surya tersebut. Baca juga Bisa Dicoba, Inilah Alasan Mengapa Panel Surya Sangat Cocok Di Gunakan Di Indonesia PT Java Surya Teknik Sanspower telah membangun ratusan Pompa Air Tenaga Surya PATS di seluruh wilayah Indonesia. Kami telah menjadi mitra terpercaya dengan terdaftar sebagai Approved Partner Distribution dari Lorentz Jerman. Percayakan pembangunan PATS di wilayah anda kepada perusahaan yang memiliki reputasi dalam membangun dan merancang solusi untuk proyek Pompa Air Tenaga Surya PATS di wilayah anda. PT Java Surya Teknik. Graha Pena Jawa Pos Jl. Ahmad Yani Lantai 1 ruang 102 Surabaya Jawa Timur Telp 031 3360 1211 – 031 3360 1233 Email hello Whatsapp 081392276191 – 081249911495

rangkaian panel surya ke aki